Ouroboros

Laman

Rabu, 08 Februari 2017

Hoaxy, Sebuah Perangkat Untuk Mengenali Berita Hoax

02.27
Dewasa ini kita sering di resahkan dengan berbagai info hoax atau hanya sekedar informasi yang mengarahkan opini publik kearah yang jauh dari kebenaran suatu berita yang dipelintir oleh sejumlah media massa demi kepentingan segelintir orang yang mempunyai kekuasaan. Kita pun sebagai konsumen akan info terbaru yang terjadi belakangan ini menjadi bingung bagaimana mendapatkan atau mengenali info yang kita dapatkan itu pure 100% kejadian yang terjadi di lapangan atau telah diracik oleh sejumlah jurnalis dan media dengan opini yang merujuk jauh dari kenyataan. Walaupun kita memiliki cara untuk mengenali info yang tersebar itu benar atau tidaknya dengan mengambil inti utama dari yang diberitakan tapi terkadang juga inti utama dari berita itu telah dicemari dengan opini pribadi penulis info tersebut.

Sebuah badan pengawasan media sosial dari Universitas Indiana (Indiana University, IU), Amerika Serikat, telah meluncurkan sebuah perangkat untuk membantu mengenali info yang tersebar di media sosial itu benar atau tidaknya. Perangkat ini diciptakan oleh Filippo Menczer yang mana seorang profesor dan direktur untuk pusat jaringan kompleks dan sistem penelitian di IU School Of Informatic and Computing. Hoaxy adalah sebuah perangkat yang dapat digunakan untuk mengvisualisasikan apakah berita atau info yang tersebar di media sosial itu adalah benar dan asli adanya bukan cuman sebuah informasi artikel agar pengguna internet menekan URL pada tautan yang disediakan yang tidak lain untuk keuntungan pemilik informasi tersebut.

Suatu hal yang mendorong Menczer untuk meciptakan Hoaxy karena rasa kekhawatirannya akan informasi yang tersebar di media sosial khususnya Amerika Serikat akan bahaya berita yang disebarluaskan melalui media sosial, seperti kasuspenembakan di Washington DC dan berita pengantar pizza yang berpura-pura untuk melakukan penculikan dan penjualan anak dibawah umur. Kekhawatiran berita palsu atau hoax ini pun ditanggapi oleh perusahaan teknologi dan informasi besar seperti Facebook dan Google dengan cara melarang pelayanan periklanan dari mereka bagi website yang disinyalir sebagai peneyebar berita hoax tersebut. Selama beberapa bulan terakhir Menczer dan koleganya dipercaya sebagai ahli dalam mengetahui bagaimana informasi palsu itu tersebar dan mereka mengutip untuk beberapa saluran yang sering memiliki informasi yang mereka anggap tidak benar, seperti PBS Newshour, Scientific American, The Atlantic, Reuters, Australian Public Media, NPR dan BuzzFeed.

Giovanni Luca Ciampaglia, seorang peneliti dan salah satu orang yang berkoordinasi untuk proyek Hoaxy bersama Filippo Menczer di IU Network Science Constitue. Ciampaglia mengatakan seorang user sekarang bisa memasukan informasi yang tersebar ke dalam website pelayanan Hoaxy dan melihat hasil kedua hasil berita yang diragukan serta berita yang sudah diperiksa kebenarannya oleh organisasi swasta seperti snopes.com, politifact.com, dan factcheck.org. Hasil dari berita yang ditampilkan ini kemudia dapat di visualisasikan bagaimana berita ini tersebar dan menampilkan tajuk berita yang memunculkan informasi tidak akurat, belum terverifikasi juga kadang berupa satir dan adapun berita yang sudah di terbitkan oleh media yang memiliki reputasi baik atau telah diperiksa dari organisasi yang memeriksa keabsahan suatu berita.

Pada khususnya Ciampaglia mengatakan memvisualisasikan gambaran dari kedua berita yang di klaim dan fakta yang telah diuji penyebarannya melalui jaringan online. Untuk saat ini Twitter-lah yang menjadi sarana bagi Hoaxy untuk melacak berita yang diklaim oleh sepihak tentang kebenarannya. Dikutip dari pernyataannya Menczer mengatakan “pihaknya bukanlah penentu apakah berita tersebut benar atau tidaknya, tidak semua klaim yang divisualisasikan di Hoaxy adalah palsu ataupun berita yang telah di periksa melalui fact-checking itu dapat dianggap 100 persen kebenarannya, baginya Hoaxy adalah alat untuk membantu mengamati berita yang tersebar secara cepat di media sosial dan semua tetap kembali kepada pengguna atau anda sendiri yang menentukan berita tersebut benar atau tidaknya”.

Penelitian ini didukung sebagai bagian dari National Science Foundation dan J.S McDonnell Foundation. Bagi yang penasaran dengan perangkap tersebut dapat masuk ke situs ini http://hoaxy.iuni.iu.edu/ . Semua kebenaran dan penilaian kembali kepada diri anda sendiri serta gunakan sudut pandang yang baik sebagai konsumen suatu informasi jangan sampai terpengaruh oleh pihak yang merugikan.

Artikel ini diambil dan disunting dengan bahasa saya sendiri, sumber artikel berasal dari https://www.sciencedaily.com

Selasa, 07 Februari 2017

Butterfly Effect, Satu Tindakan Kecil Dalam Hidup Anda Akan Memberi Pengaruh Besar

04.55
Pernahkan terpikirkan oleh anda tentang keberadaan anda dalam kehidupan ini? Mulai dari bagaimana saya tiba-tiba ada disini sekarang? Apa yang menentukan saya berada dalam titik kehidupan sekarang? Sampai paling kecil kenapa saya memilih membaca artikel ini? Untuk jawaban semua itu kita ambil contoh kasus seperti bagaimana awal keberadaan kita di kehidupan ini, oh mungkin saja ini berawal dari ayah saya dulu sewaktu masih muda sedang berjalan santai entah itu ditaman atau berbagai tindakan kecil yang awalnya mungkin hanya dianggap iseng dan akhirnya bertemu dengan calon ibu anda di masa lalu yang kemudian dimulai dengan berkenalan dan berakhir dengan lahirnya anda di kehidupan ini lalu berakhir dengan anda yang sedang membaca tulisan ini, itulah satu contoh kecil bagaimana tindakan kecil.


Butterfly Effect dikutip dari Wikipedia adalah suatu hal yang memiliki ketergantungan cukup sensitif di kondisi awal dimana perubahan kecil dalam sistem nonlinear dapat menghasilkan perubahan yang besar kedepannya. Nama Butterfly Effect sendiri diberikan oleh Eward Norton Lorenz Karena pengaruhnya yang telah dikenal lebih dulu berasal dari  kiasan bagaimana pembentukan badai (Secara pembentukan dan jalur yang tepat) dipengaruhi oleh gangguan kecil seperti kepakan dari sayap kupu-kupu dari waktu dan jarak yang jauh. Lorenz menemukan efek ini saat ia mengamati proses dari sebuah model cuaca dengan kondisi awal data yang tampak dibulati memiliki perilaku yang tidak menentu akan gagal menghasilkan proses dengan kondisi data awal yang tidak dibulati. Sebuah perubahan data yang amat kecil dalam kondisi data awal telah emnciptakan hasil yang berbeda namun signifikan. Penjelasan lainnya Butterfly Effect ini awalnya adalah sebuah kiasan tentang perubahan cuaca yang tidak menentu atau dapat berubah-ubah, Lorenz menggunakan teori kepakan sebuah kupu-kupu dari arah yang jauh dapat menyebabkan sebuah badai di lokasi yang jauh dari kondisi awal terjadinya kepakan tersebut.

Dari penjelasan tentang asal mula dari teori Butterfly diatas yang berasal dari perhitungan bagaimana terbentuknya cuaca dari hal kecil dapat kita simpulkan bahwa suatu akibat yang kecil dapat memberikan pengaruh yang besar untuk hal yang akan terjadi kedepannya. Walaupun teori ini masih banyak yang meragukan akan terjadi atau tidaknya dampak besar yang ditimbulkan oleh benturan kecil. Namun teori ini dapat di  akui kebenarannya dari peristiwa besar sejarah yang terjadi akibat sebuah hal kecil, contoh pertama untuk kapal Titanic yang tenggelam pada tahun 15 april 1912 di samudra atlantik setelah menabrak gunung es dan ada satu fakta kecil yang diketahui adalah terkuncinya pintu loker untuk teropong guna mengamati hal-hal disekitar kapal pada malam hari Karena kunci dari loker tersebut dipegang oleh awak kapal David Blaire yang pada saat itu sedang mengikuti pelayaran ke Southampton dan contoh kasus keduanya yang cukup signifikan adalah kematian JFK, pada tahun 1914 saat JFK berusia 23 tahun ia mengalami cedera punggung dan mengharuskannya selalu memakai brace punggung sampai ia menjadi presiden Amerika Serikat pada tahun 1961, dampak dari brace itu adalah pada saat ia tertembak dari peluru pertama pada saat penyerangan di tahun 1963 tubuhnya tetap terduduk kokoh Karena bantuan dari brace punggung tersebut dan menyebabkan sang terduga yang melakukan penembakan J.D. Tippit memberikan tembakan kedua ke arah kepala mantan presiden Amerika Serikat tersebut. Dari 2 contoh kasus yang saya berikan tentu teori ini tetap dapat diakui keabsahannya.



Dari penuturan dan gambaran bagaimana teori ini berkerja, tentu sekarang anda lebih harus teliti serta waspada bukan? Walau itu hal kecil yang anda lakukan kepada diri anda sendiri itu dapat menimbulkan dampak yang besar di masa kedepannya atau malahan ke orang lain. Tentang pertanyaan diatas sekarang bisa dipahami bukan entah anda tidak sengaja menemukan artikel ini dan membacanya sampai habis dan dapat merubah hal kecil dalam hidup anda atau terdorong oleh sesuatu agar dapat merubah hidup anda dan orang lain setelah membaca artikel ini. Sekian dari artikel ini semoga kita bisa berbuat lebih baik lagi.

FOLLOW @ INSTAGRAM

About Us

Recent

Random