Hoaxy, Sebuah Perangkat Untuk Mengenali Berita Hoax
AllAroundTheWorld
02.27
Dewasa ini kita sering di resahkan dengan berbagai info hoax
atau hanya sekedar informasi yang mengarahkan opini publik kearah yang jauh
dari kebenaran suatu berita yang dipelintir oleh sejumlah media massa demi
kepentingan segelintir orang yang mempunyai kekuasaan. Kita pun sebagai
konsumen akan info terbaru yang terjadi belakangan ini menjadi bingung
bagaimana mendapatkan atau mengenali info yang kita dapatkan itu pure 100% kejadian yang terjadi di
lapangan atau telah diracik oleh sejumlah jurnalis dan media dengan opini yang
merujuk jauh dari kenyataan. Walaupun kita memiliki cara untuk mengenali info
yang tersebar itu benar atau tidaknya dengan mengambil inti utama dari yang
diberitakan tapi terkadang juga inti utama dari berita itu telah dicemari dengan
opini pribadi penulis info tersebut.
Sebuah badan pengawasan media sosial dari Universitas
Indiana (Indiana University, IU), Amerika Serikat, telah meluncurkan sebuah
perangkat untuk membantu mengenali info yang tersebar di media sosial itu benar
atau tidaknya. Perangkat ini diciptakan oleh Filippo Menczer yang mana seorang
profesor dan direktur untuk pusat jaringan kompleks dan sistem penelitian di IU School Of Informatic and Computing. Hoaxy
adalah sebuah perangkat yang dapat digunakan untuk mengvisualisasikan apakah
berita atau info yang tersebar di media sosial itu adalah benar dan asli adanya
bukan cuman sebuah informasi artikel agar pengguna internet menekan URL pada
tautan yang disediakan yang tidak lain untuk keuntungan pemilik informasi
tersebut.
Suatu hal yang mendorong Menczer untuk meciptakan Hoaxy
karena rasa kekhawatirannya akan informasi yang tersebar di media sosial
khususnya Amerika Serikat akan bahaya berita yang disebarluaskan melalui media
sosial, seperti kasuspenembakan di Washington DC dan berita pengantar pizza
yang berpura-pura untuk melakukan penculikan dan penjualan anak dibawah umur.
Kekhawatiran berita palsu atau hoax ini pun ditanggapi oleh perusahaan
teknologi dan informasi besar seperti Facebook dan Google dengan cara melarang
pelayanan periklanan dari mereka bagi website yang disinyalir sebagai peneyebar
berita hoax tersebut. Selama beberapa bulan terakhir Menczer dan koleganya
dipercaya sebagai ahli dalam mengetahui bagaimana informasi palsu itu tersebar
dan mereka mengutip untuk beberapa saluran yang sering memiliki informasi yang
mereka anggap tidak benar, seperti PBS Newshour,
Scientific American, The Atlantic, Reuters, Australian Public Media, NPR dan
BuzzFeed.
Giovanni Luca Ciampaglia, seorang peneliti dan salah satu orang
yang berkoordinasi untuk proyek Hoaxy bersama Filippo Menczer di IU Network
Science Constitue. Ciampaglia mengatakan seorang user sekarang bisa memasukan
informasi yang tersebar ke dalam website pelayanan Hoaxy dan melihat hasil kedua
hasil berita yang diragukan serta berita yang sudah diperiksa kebenarannya oleh
organisasi swasta seperti snopes.com, politifact.com, dan factcheck.org. Hasil
dari berita yang ditampilkan ini kemudia dapat di visualisasikan bagaimana berita
ini tersebar dan menampilkan tajuk berita yang memunculkan informasi tidak
akurat, belum terverifikasi juga kadang berupa satir dan adapun berita yang
sudah di terbitkan oleh media yang memiliki reputasi baik atau telah diperiksa
dari organisasi yang memeriksa keabsahan suatu berita.
Pada khususnya Ciampaglia mengatakan memvisualisasikan gambaran
dari kedua berita yang di klaim dan fakta yang telah diuji penyebarannya
melalui jaringan online. Untuk saat ini Twitter-lah yang menjadi sarana bagi
Hoaxy untuk melacak berita yang diklaim oleh sepihak tentang kebenarannya.
Dikutip dari pernyataannya Menczer mengatakan “pihaknya bukanlah penentu apakah
berita tersebut benar atau tidaknya, tidak semua klaim yang divisualisasikan di
Hoaxy adalah palsu ataupun berita yang telah di periksa melalui fact-checking
itu dapat dianggap 100 persen kebenarannya, baginya Hoaxy adalah alat untuk
membantu mengamati berita yang tersebar secara cepat di media sosial dan semua
tetap kembali kepada pengguna atau anda sendiri yang menentukan berita tersebut
benar atau tidaknya”.
Penelitian ini didukung sebagai bagian dari National Science
Foundation dan J.S McDonnell Foundation. Bagi yang penasaran dengan perangkap
tersebut dapat masuk ke situs ini http://hoaxy.iuni.iu.edu/
. Semua kebenaran dan penilaian kembali kepada diri anda sendiri serta gunakan
sudut pandang yang baik sebagai konsumen suatu informasi jangan sampai
terpengaruh oleh pihak yang merugikan.
Artikel ini diambil dan disunting dengan bahasa saya sendiri,
sumber artikel berasal dari https://www.sciencedaily.com



