Rabu, 08 Februari 2017

Hoaxy, Sebuah Perangkat Untuk Mengenali Berita Hoax

Dewasa ini kita sering di resahkan dengan berbagai info hoax atau hanya sekedar informasi yang mengarahkan opini publik kearah yang jauh dari kebenaran suatu berita yang dipelintir oleh sejumlah media massa demi kepentingan segelintir orang yang mempunyai kekuasaan. Kita pun sebagai konsumen akan info terbaru yang terjadi belakangan ini menjadi bingung bagaimana mendapatkan atau mengenali info yang kita dapatkan itu pure 100% kejadian yang terjadi di lapangan atau telah diracik oleh sejumlah jurnalis dan media dengan opini yang merujuk jauh dari kenyataan. Walaupun kita memiliki cara untuk mengenali info yang tersebar itu benar atau tidaknya dengan mengambil inti utama dari yang diberitakan tapi terkadang juga inti utama dari berita itu telah dicemari dengan opini pribadi penulis info tersebut.

Sebuah badan pengawasan media sosial dari Universitas Indiana (Indiana University, IU), Amerika Serikat, telah meluncurkan sebuah perangkat untuk membantu mengenali info yang tersebar di media sosial itu benar atau tidaknya. Perangkat ini diciptakan oleh Filippo Menczer yang mana seorang profesor dan direktur untuk pusat jaringan kompleks dan sistem penelitian di IU School Of Informatic and Computing. Hoaxy adalah sebuah perangkat yang dapat digunakan untuk mengvisualisasikan apakah berita atau info yang tersebar di media sosial itu adalah benar dan asli adanya bukan cuman sebuah informasi artikel agar pengguna internet menekan URL pada tautan yang disediakan yang tidak lain untuk keuntungan pemilik informasi tersebut.

Suatu hal yang mendorong Menczer untuk meciptakan Hoaxy karena rasa kekhawatirannya akan informasi yang tersebar di media sosial khususnya Amerika Serikat akan bahaya berita yang disebarluaskan melalui media sosial, seperti kasuspenembakan di Washington DC dan berita pengantar pizza yang berpura-pura untuk melakukan penculikan dan penjualan anak dibawah umur. Kekhawatiran berita palsu atau hoax ini pun ditanggapi oleh perusahaan teknologi dan informasi besar seperti Facebook dan Google dengan cara melarang pelayanan periklanan dari mereka bagi website yang disinyalir sebagai peneyebar berita hoax tersebut. Selama beberapa bulan terakhir Menczer dan koleganya dipercaya sebagai ahli dalam mengetahui bagaimana informasi palsu itu tersebar dan mereka mengutip untuk beberapa saluran yang sering memiliki informasi yang mereka anggap tidak benar, seperti PBS Newshour, Scientific American, The Atlantic, Reuters, Australian Public Media, NPR dan BuzzFeed.

Giovanni Luca Ciampaglia, seorang peneliti dan salah satu orang yang berkoordinasi untuk proyek Hoaxy bersama Filippo Menczer di IU Network Science Constitue. Ciampaglia mengatakan seorang user sekarang bisa memasukan informasi yang tersebar ke dalam website pelayanan Hoaxy dan melihat hasil kedua hasil berita yang diragukan serta berita yang sudah diperiksa kebenarannya oleh organisasi swasta seperti snopes.com, politifact.com, dan factcheck.org. Hasil dari berita yang ditampilkan ini kemudia dapat di visualisasikan bagaimana berita ini tersebar dan menampilkan tajuk berita yang memunculkan informasi tidak akurat, belum terverifikasi juga kadang berupa satir dan adapun berita yang sudah di terbitkan oleh media yang memiliki reputasi baik atau telah diperiksa dari organisasi yang memeriksa keabsahan suatu berita.

Pada khususnya Ciampaglia mengatakan memvisualisasikan gambaran dari kedua berita yang di klaim dan fakta yang telah diuji penyebarannya melalui jaringan online. Untuk saat ini Twitter-lah yang menjadi sarana bagi Hoaxy untuk melacak berita yang diklaim oleh sepihak tentang kebenarannya. Dikutip dari pernyataannya Menczer mengatakan “pihaknya bukanlah penentu apakah berita tersebut benar atau tidaknya, tidak semua klaim yang divisualisasikan di Hoaxy adalah palsu ataupun berita yang telah di periksa melalui fact-checking itu dapat dianggap 100 persen kebenarannya, baginya Hoaxy adalah alat untuk membantu mengamati berita yang tersebar secara cepat di media sosial dan semua tetap kembali kepada pengguna atau anda sendiri yang menentukan berita tersebut benar atau tidaknya”.

Penelitian ini didukung sebagai bagian dari National Science Foundation dan J.S McDonnell Foundation. Bagi yang penasaran dengan perangkap tersebut dapat masuk ke situs ini http://hoaxy.iuni.iu.edu/ . Semua kebenaran dan penilaian kembali kepada diri anda sendiri serta gunakan sudut pandang yang baik sebagai konsumen suatu informasi jangan sampai terpengaruh oleh pihak yang merugikan.

Artikel ini diambil dan disunting dengan bahasa saya sendiri, sumber artikel berasal dari https://www.sciencedaily.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

About Us

Recent

Random